Infokita Investigasi, JAKARTA - Sabtu (28/2/2026), Raden Setyaki adalah putra Prabu Setyajid dari Lesanpura, adik sepupu Kresna dan Pandawa, serta senopati tangguh Dwarawati. Dikenal gagah berani, berkumis, dan pemarah, ia bersenjata Gada Wesi Kuning dan musuh bebuyutan Burisrawa. Setyaki adalah benteng Pandawa dalam Baratayuda, sering beraksi lincah, dan gugur tragis akibat musibah pasca-perang.
Berikut adalah kisah lengkap perjalanan hidup Setyaki :
Kelahiran Unik: Setyaki lahir dari permaisuri Warsini. Saat hamil, Warsini mengidam naik macan putih, penjelmaan patih Swalabumi, Singamulangjaya. Saat mencoba menculik Warsini, bayi dalam kandungan keluar, menghajar Singamulangjaya, lalu tumbuh dewasa seketika. Bayi itu dinamai Setyaki dan arwah Singamulangjaya menyatu dalam dirinya, memberinya kekuatan dahsyat.
Setyaki adalah adik kandung Dewi Satyaboma (istri Kresna) dan anak raja Lesanpura. Namun, ia lebih memilih menjadi senopati andalan Prabu Kresna di Dwarawati.
Setyaki memiliki karakter tegas, setia, pemberani, namun temperamental. Ia dikenal dengan julukan Bimo Kunting karena kekuatannya setara Bima meski tubuhnya lebih kecil. Ia memiliki gada pusaka bernama Gada Wesi Kuning.
Setyaki sangat membenci Kurawa, terutama Burisrawa, karena insiden pelecehan terhadap Dewi Drupadi. Konflik ini memuncak di perang Baratayuda.
Setyaki dikisahkan gugur dalam pertempuran sengit melawan Aswatama, putra Durna, yang menggunakan senjata sakti Brahmastra.
Versi Mahabharata (Musala Parwa) : Setyaki tewas akibat pertengkaran mabuk dengan Kartamarma setelah perang besar berakhir, bagian dari musnahnya bangsa Yadawa.
Setyaki adalah simbol kesetiaan ksatria yang berani mati demi membela kebenaran Pandawa.
(Reporter : Widi)
