PRABU DASAMUKA : "Simbol Angkara Murka,Keserakahan, Kelicikan dan Memiliki Sepuluh Sifat Buruk Manusia." -->

breaking news

News

Baca di Helo

PRABU DASAMUKA : "Simbol Angkara Murka,Keserakahan, Kelicikan dan Memiliki Sepuluh Sifat Buruk Manusia."

Sunday, March 01, 2026



Infokita Investigasi, JAKARTA -  Senin (2/3/2026) Prabu Dasamuka, yang juga dikenal sebagai Rahwana, adalah raja raksasa dari Kerajaan Alengka dan tokoh antagonis utama dalam epos Ramayana versi pewayangan Jawa. Ia dikenal sebagai simbol angkara murka, keserakahan, dan kelicikan, dengan ciri khas memiliki sepuluh wajah (dasamuka) yang mewakili sifat-sifat buruk manusia. 



Berikut adalah kisah Dasamuka :

Asal usul dan Kelahiran :  Dasamuka adalah putra dari Resi Wisrawa (seorang pandita) dan Dewi Sukesi (putri Prabu Sumali, raja Alengka).


Ia lahir dengan wujud raksasa namun memiliki kesaktian luar biasa. Ia adalah saudara kandung dari Arya Kumbakarna, Dewi Sarpakenaka, dan Arya Wibisana.


Rahwana mendapat julukan Dasamuka (sepuluh muka) karena memiliki kesaktian yang membuatnya seolah berwajah sepuluh, yang sering diartikan sebagai lambang manusia angkara murka dan munafik. 


Sifat dan Kesaktian,Watak  : Bengis, kejam, serakah, sombong, dan selalu menuruti hawa nafsu.


Dasamuka memiliki Aji Rawarontek dan Aji Pancasona, yang membuatnya hampir mustahil untuk mati. Selama tubuhnya menyentuh tanah, ia akan hidup kembali meskipun lehernya dipenggal.


Ia merebut tahta Alengka dari pamannya, Prahasta, dan memperluas wilayahnya dengan mengalahkan banyak raja. 


Kisah Cinta dan Penculikan Sinta ; Titisan Dewi Sri,  Dasamuka sangat terobsesi dengan wanita titisan Bathari Sri Widowati. Ia sempat mengejar Dewi Kusalya (ibu Rama) sebelum akhirnya fokus pada Dewi Sinta.


Dasamuka menculik Dewi Sinta, istri Prabu Rama, dan menawannya di Taman Hargasoka, Alengka, selama hampir 12 tahun.


Keteguhan Sinta meskipun ditawan lama, Sinta berhasil menjaga kesuciannya karena kesaktian Dewi Sinta dan perlindungan dari Wibisana (adik Dasamuka). 


Perang besar terjadi,  penculikan Sinta memicu perang besar antara Kerajaan Alengka dan pasukan kera yang dipimpin oleh Rama dan Hanoman.


Setelah saudara-saudaranya gugur (Kumbakarna, Indrajit), Dasamuka akhirnya tewas di tangan Rama.


Rama memanah Dasamuka dengan Panah Pasopati, memisahkan kepala dan tubuhnya. Tubuhnya kemudian dijepit di bawah Gunung Sumawana oleh Hanoman, mencegah Aji Rawarontek-nya bekerja kembali. 


Dasamuka memiliki beberapa putra, yang paling terkenal adalah Indrajit (Megananda), Putra mahkota yang sangat sakti. Pratalamayam, Putra dari Dewi Urangrayung. Anak-anak lainnya termasuk Trisirah, 


Dalam pewayangan, kisah Dasamuka adalah pelajaran tentang bagaimana angkara murka (sepuluh muka) pada akhirnya akan hancur oleh kebenaran (dharma) yang diwakili oleh Rama.

(Reporter : Widi)