Infokita Investigasi, JAKARTA - Rabu,(4/3/2026), Prabu Kresna adalah tokoh wayang kulit yang merupakan titisan Dewa Wisnu, raja Dwarawati yang bijaksana, diplomat ulung, dan penasihat utama Pandawa dalam Mahabharata. Dikenal berkulit gelap, memiliki senjata Cakra Baskara, dan sakti (bisa tiwikrama/menjadi raksasa), Kresna adalah pembela kebenaran (dharma) yang mengatur strategi kemenangan Pandawa pada perang Bharatayudha.
Berikut adalah kisah tokoh Prabu Kresna :Kresna lahir dari pasangan Basudewa dan Dewaki di Mathura. Ia lahir untuk membinasakan kejahatan, terutama pamannya sendiri, Raja Kamsa yang zalim.
Masa kecil untuk menghindari pembunuhan oleh Kamsa, Kresna kecil disembunyikan dan dibesarkan oleh orang tua angkatnya, Nanda dan Yashoda, di Gokul. Masa kecilnya penuh keajaiban (leela) seperti melawan iblis utusan Kamsa dan mengangkat Bukit Govardhan. Nama keci Raden Narayana atau Giwangkaton.
Peran dalam Mahabharata dan Pewayangan Jawa, Raja Dwarawati , Kresna memerintah kerajaan Dwarawati (atau Dwaraka) dengan adil.
Kresna bertindak sebagai penasihat spiritual dan politik utama bagi Pandawa, khususnya Arjuna.
Duta Perdamaian: Kresna berusaha mencegah perang Bharatayudha dengan pergi ke Hastina sebagai duta damai, namun ditolak oleh Duryudana.
Pada perang Bharatayudha, Kresna tidak mengangkat senjata secara fisik tetapi menjadi sais (kusir) kereta Arjuna dan memberikan ajaran suci Bhagawadgita.
Strategi Kresna mengatur siasat untuk mengalahkan pimpinan Kurawa yang sakti, seperti menjatuhkan Bhisma, Drona, Karna, dan Duryudana (dengan menyarankan Bima memukul paha Duryudana).
Watak dan Kemampuan Krisna, Bijaksana & Sakti, Berwibawa, halus tutur katanya, namun tegas.
Kresna memiliki aji Tiwikrama (berubah menjadi raksasa raksasa/Balasrewu saat marah atau terdesak).
Senjata utamanya adalah Cakra Baskara (senjata cakra yang sangat sakti), Sekar Wijayakusuma (bisa menghidupkan orang mati), dan Sangka Pancajahnya (terompet kerang).
Krisna Sering dianggap sebagai Raja Binathara (Raja-Dewa) dan Raja Pinandhita (Raja-Pendeta).
Keluarga Kresna memiliki beberapa istri dan anak yang tercatat dalam pewayangan, antara lain : Istri Dewi Jembawati (anak: Gunadewa, Samba), Dewi Rukmini (anak: Titisari), Dewi Setyaboma (anak: Setyaka), dan Dewi Pertiwi (anak: Sitija/Narasinga).
Akhir Hayat (Moksa), dalam mitologi Hindu, Kresna meninggal setelah terkena panah di tumitnya—satu-satunya bagian tubuh yang rentan—oleh seorang pemburu bernama Jara yang salah mengira dia sebagai rusa.
Kresna dalam wayang kulit Jawa bukan hanya tokoh politik, tetapi simbol "dewa raja" yang kebijakannya selalu berpihak pada kebenaran dan keadilan, sering kali menggunakan kecerdasan di atas kekuatan fisik.
(Reporter : Widi)
