BERITA VIDEO

 
DESKRIPSI GAMBAR
JADI SENTRA PETERNAKAN, WBP LAPAS RANGKASBITUNG TERUS DIBERIKAN PELATIHAN

JADI SENTRA PETERNAKAN, WBP LAPAS RANGKASBITUNG TERUS DIBERIKAN PELATIHAN

INFO INVESTIGASI, RANGKASBITUNG,  Lembaga Pemasyarakatan kelas III Rangkasbitung terus menggali keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), hal ini ditandai dengan diberikannya pelatihan lanjutan peternakan ayam petelur secara virtual bagi 20 Orang WBP  dengan menggandeng PT. Swen Inovasi Transfer yang berlangung di Ruang Aula Pembinaan, Selasa (02/03/2021).

Dalam konfirmasi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung, Budi Ruswanto, membenarkan adanya pelatihan bagi warga binaanya yang diberikan oleh PT. Swen Inovasi Transfer untuk mendukung kegiatan pembinaan bagi WBP. 

“kita kan sudah ditetapkan sebagai sentra peternakan ayam petelur, agar fokus dan semakin terarah, warga binaan kita terus dilatih agar kemampuanya semakin meningkat dan hasil pelatihannya bisa diimplementasikan dengan baik dilapangan"Ujar Budi selaku Kalapas  

Menurut kalapas, nantinya Pondok Asimilasi Lapas Rangkasbitung akan di grand designkan menjadi sebuah tempat yang tidak hanya menjadi tempat budidaya dan pusat pelatihan juga enak untuk dipandang dan menjadi objek wisata pertanian, perkebunan dan peternakan di wilayah Kabupaten Lebak. 

“Pada tahun ini kami terus berprogres, melakukan penataan dan agar sesuai harapan, kami juga yakin tahun 2021 ini bisa berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui PNBP lebih baik dari tahun 2020 lalu. Tentunya untuk dapat mengembangkan potensi Sarana asimialsi dan edukasi ini kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, karena tugas pembinaan akan lebih efektif jika semua stakeholder bisa saling sinergi” Pungkas Budi Kalapas asal bandung ini. 

Senada dengan kalapas, Humas Direktur PT. Swen Inovasi Transfer, Renita Sari menyampaikan bahwa Lapas Rangkasbitung telah menunjukan konsistensi dan kesungguhan dalam pengembangan SAE terutama peternakan ayam petelur. 

“sebagai usaha pemula dengan hasil sudah lebih dari 75% untuk ayam petelur ini merupakan hal yang sangat luar biasa, sudah sangat berhasil karena taraf peternak yang sudah mahir saja hasil produksinya maksimal 80% dari jumlah bibit ayam yang ada, saya melihat kesuksesan ini menunjukan potensi SDM dan manajeman di Lapas sangat baik, tentunya warga binaan yang mengikuti pelatihan ini diharapkan juga bisa menyesuaikan dan mengimplementasikan ilmunya nanti disana, jadi terapan teori dengan prakteknya sesuai dan bisa diaplikasikan nanti usai bebas" Tutur Renita sapaab akrabnya 

Sebagai informasi, kegiatan pelatihan ini akan berlangsung beberapa hari kedepan menyesuaikan dengan standar pelatihan dan dilakukan dengan metode teori dan praktek serta hasilnya dilakukan pengujian untuk mendapatkan sertifikat keahlian.(AVID)