Infokita Investigasi, JAKARTA - Minggu (1/3/2026), Dursasana adalah tokoh antagonis utama Kurawa dalam pewayangan Jawa, adik dari Duryudana dan putra Prabu Destarata-Dewi Gendari.
Terkenal arogan dan kejam, ia pemicu dendam Pandawa karena menjambak dan menelanjangi Dewi Drupadi saat permainan dadu. Ia tewas mengenaskan di tangan Bima pada perang Baratayuda sebagai wujud pembalasan sumpah.
Berikut adalah rincian kisah dan watak Dursasana :
Watak dan Kepribadian, arogan dan sombong : Dursasana digambarkan sebagai ksatria Banjarjungut yang angkuh, sering berbicara kasar, dan suka menghina orang lain.
Ia adalah anggota Kurawa yang paling dibenci, sering menjadi penggerak utama tindakan licik terhadap Pandawa.
Saat Pandawa kalah main dadu, Dursasana diperintah Duryudana untuk menyeret dan melucuti pakaian Dewi Drupadi di balairung Astina.
Berkat bantuan mukjizat dari Kresna, pakaian Drupadi tidak habis-habis meskipun ditarik paksa, membuat Dursasana kelelahan dan malu.
Tindakan keji ini memicu sumpah Dewi Drupadi untuk tidak menyanggul rambutnya sebelum dikeramas dengan darah dada Dursasana.
Kematian dalam Baratayuda, Dursasana tewas pada hari ke-16 perang Baratayuda oleh Bima (Wrekudara). Bima merobek dada Dursasana dan meminum darahnya, memenuhi sumpah Drupadi.
Sebelumnya, ia sempat diangkat menjadi pewaris mahkota Astinapura setelah gugurnya Lesmana Mandrakumara. Prabu Destarata dan Dewi Gendari.Saudara, adik Duryudana (dan 98 Kurawa lainnya), serta memiliki saudara perempuan bernama Dursilawati.Istri Dewi Candramukiwati. Putra Dursala.
Dursasana digambarkan dengan tubuh gagah, bermulut lebar, dan wajah yang menunjukkan sifat angkuh.
(Reporter :Widi)
