BERITA VIDEO

 
DESKRIPSI GAMBAR
Diduga Proyek Jalan Hotmix Bernilai Ratusan Jutaan Dikerjakan Asal-asalan Jadi

Diduga Proyek Jalan Hotmix Bernilai Ratusan Jutaan Dikerjakan Asal-asalan Jadi

INFO INVESTIGASI , Banyuwangi - Proyek pengaspalan pemeliharaan jalan di Dusun Tempusari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi Jatim, dengan anggaran senilai Rp.144.584.000, diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan spek.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV. Marga Jaya dan baru 2 bulan selesai dikerjakan itu, kini kondisinya sudah rusak.

Dari pantauan awak media di lapangan, jalan hotmix sepanjang kurang lebih 100 meter itu banyak yang terkelupas. Sedikitnya ada 5 lubang, 1 diantarannya sepanjang kurang lebih 4 meter.

Aspal yang terkelupas jika dilihat secara langsung terlihat tanah seolah-olah tanpa ada tahapan pondasi atau stripping pemadatan dan juga lapisan pondasi bawah.

Diduga proyek pembangunan itu dikerjakan asal-asalan dan tidak mengedepankan tahapan pembuatan jalan.

Bahkan salah satu pekerja proyek yang enggan namanya diberitakan, dia mengaku, jika pengecoran jalan tersebut tanpa menggunakan concrete beton, namun hanya dilakukan secara manual dengan menggunakan alat seadanya berupa cangkul dan sekop.

“Manual ae. Pokoknya yang rusak ya diganti,” ucapnya enteng.

Sementara, Sumardi, salah seorang warga mengatakan, sebelum pengaspalan jalan, pengerjaan untuk jalan yang berlubang dalam,  hanya sekedar diurug dengan tanah, kemudian langsung di aspal. Sehingga kualitas pengaspalan terkesan dikerjakan asal jadi.

“Kurang sae lah mas (Kurang baik lah mas),” keluhnya.

Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan Dan Permukiman (PUCKPP), Danang Hartanto, melalui satu Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga  bernama Ebta Andharisandi  menjelaskan, pengerjaan proyek tersebut masih merupakan tanggungjawab dari pelaksanaan, yakni CV. Marga Jaya. Sedangkan untuk pengerjaan jalan berlubang yang hanya sekedar diurug tersebut, sudah dilakukan perbaikan.

“Iya rusak. Ini kan masih masa pelaksanaan, jadi masih jadi tanggung jawab mereka (kontraktor),” ujarnya. Sabtu (28-08-2021).

Disinggung terkait ketebalan pengecoran jalan yang seharusnya dilakukan oleh kontraktor, Ebta mengaku pihaknya masih menunggu cek fisik 100% selesai. “Tunggu aja nggeh,” pungkasnya. 

( AGUS SAMIAJI / IWAN&TEAM )